10 Gadget Ikonik Penanda Jatuh-Bangun BlackBerry

By | October 3, 2016

KOMPAS.com – BlackBerry yang dulu dikenal dengan nama Research in Motion (RIM) memulai debutnya di industri ponsel pada  dekade 1990-an. Perusahan asal Kanada itu berhasil meraih sukses lewat produk-produk smartphone berpapan ketik QWERTY.

Rangkaian tombol keyboard yang mudah untuk dipakai mengetik e-mail tersebut menghiasi bagian depan setiap perangkat, membentuk pola mirip buah beri hitam yang menjadi inspirasi namanya.

Penjualan aneka perangkat BlackBerry berangsur naik hingga mencapai puncaknya menjelang akhir dekade lalu, saat BlackBerry menguasai sekitar 20 persen pangsa pasar OS smartphone -kedua terbesar setelah Symbian- dan berhasil mengapalkan 14,6 juta perangkat.

Kejayaan itu tak berlangsung lama karena kemunculan ponsel pintar generasi baru mengubah segalanya. Berbeda dari BlackBerry, wajah model smartphone anyar yang dipelopori oleh iPhone ini bersih dari tombol dan mengandalkan touchscreen untuk melakukan segala sesuatu, termasuk mengetik.

Baca: Adu Nasib Smartphone BlackBerry di Indonesia

BlackBerry seolah tak melihat perubahan tren pasar. Ponsel-ponsel QWERTY andalannya lambat laun ditinggal oleh konsumen yang kepincut model iPhone dan Android terbaru.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari ikut mengadopsi faktor bentuk ponsel touchscreen, membuka aplikasi chatting BlackBerry Messenger untuk platform lain, hingga yang terakhir beralih menggunakan Android.

Namun semuanya sudah terlambat. Pada kuartal fiskal kedua yang berakhir pada 31 Agustus lalu, Blackberry hanya sanggup menjual 400.000 perangkat. Pangsa pasarnya telah menyusut menjadi kurang dari satu persen, jauh dari iPhone dan Android yang mendominasi industri smartphone sekarang.

BlackBerry pun lempar handuk. Pekan ini, sang mantan raja ponsel pintar memutuskan untuk tak lagi membuat smartphone sendiri. Tugas tersebut dialihdayakan ke PT BB merah Putih di Indonesia, mengakhiri kiprahnya selama 14 tahun di industri smartphone.

Seperti apa perjalanan BlackBerry? Jatuh bangun perusahaan tersebut dapat diamati melalui 10 perangkat buatannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wired, Minggu (2/10/2016).

Baca: BlackBerry Belum Lupakan Ponsel dengan Keyboard Fisik

1. RIM 850

BlackBerry Perangkat RIM 850 Wireless Handheld

Diperkenalkan pada 1999, RIM 850 Wireless Handheld adalah perangkat mobile pertama dari perusahaan asal Kanada tersebut.

Model yang belum dinamai “BlackBerry” ini memiliki layar yang sanggup memuat delapan baris teks monokrom dan turut dibekali kalender, penyimpan alamat, kalkulator, serta sanggup mengirim pesan dan e-mail.

 2. BlackBerry 5810

BlackBerry BlackBerry 5810

Penerus RIM 850 dinamai Blackberry 5810, perangkat mobile pertama dari RIM yang dibekali kemampuan untuk menelepon mesti harus dipasangkan dengan headset.

BlackBerry 5810 yang muncul pada Maret 2002 pun dipasarkan sebagai ponsel dengan kemampuan e-mail, bukan pager seperti perangkat sebelumnya.

3. BlackBerry Quark

BlackBerry BlackBerry Quark (seri 6200).

Quark alias BlackBerry seri 6200 merupakan ponsel BlackBerry pertama yang mengintegrasikan kemampuan voice call. Pengguna tak perlu lagi menancapkan headset untuk menelepon.

Kehadiran BlackBerry seri 6200 segera disusul oleh BlackBerry seri 7200 pada pertengahan 2003 yang memiliki bentuk mirip tapi datang dengan layar berwarna (240 x 160 piksel).

 4. BlackBerry Pearl

BlackBerry BlackBerry Pearl 8100

BlackBerry Pearl 8100 yang diluncurkan pada September 2006 melambangkan upaya BlackBerry untuk memasuki pasar smartphone untuk konsumen umum, setelah sebelumnya berfokus pada kalangan profesional.

Pearl 8100 dilengkapi keypad numerik SureType dan alat navigasi jenis baru bernama trackball yang bakal dipakai pada perangkat-perangkat BlackBerry setelahnya.

5. BlackBerry Curve

BlackBerry BlackBerry Curve 8300

Setelah BlackBerry 8300, BlackBerry memperkenalkan model pertama dari seri Curve. Bernama lengkap BlackBerry Curve 8300, perangkat ini muncul pada Mei 2007.

Dilengkapi kamera 2 megapiksel Curve 8300 memadukan fitur multimedia dan profesional ke dalam satu perangkat dan diorientasikan ke konsumen umum seperti halnya seri Pearl.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/10/02/19150087/10.gadget.ikonik.penanda.jatuh-bangun.blackberry

Leave a Reply