Ancaman Keamanan Finansial Siber Di Indonesia Meningkat?

By | October 12, 2016

Di tengah perkembangan sistem keuangan di dunia maya, tentu ancaman dari penjahat siber bisa dipastikan ikut meningkat. Hal ini terbukti dengan penelitian terbaru dari Kaspersky Lab.

Dari data Consumer Security Risks Survey 2016 yang dilakukan oleh B2B International dan Kaspersky Lab, terungkap bila 5 persen pengguna global telah kehilangan uang secara online akibat penipuan online. Kerugian rata-rata yang mereka derita adalah Rp 6 juta.Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan bila 71 persen dari responden di Indonesia merasa khawatir terhadap penipuan online perbankan. Sementara 48 persen responden Indonesia mengatakan sering merasa khawatir akan rentannya melakukan transaksi keuangan online.”Ancaman keuangan sangat bervariasi mulai dari penipuan online dan Trojan perbankan yang mempengaruhi PC, tablet serta smartphone, hingga ke serangan terhadap organisasi keuangan, ATM dan bahkan pada point-of-sale terminals. Berdasarkan analisis statistik, kami melihat bahwa sektor keuangan di negara-negara Asia-Pasifik berkembang pesat, sehingga penjahat siber mengalihkan perhatian mereka demi mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dari peluang tersebut,” kata Vitaly Kamluk, Director of Global Research & Analysis Team Kaspersky Lab untuk APAC.Trojan perbankan diakui tetap menjadi salah satu ancaman online yang paling berbahaya. Virus ini sering disebarkan melalui website penipuan atau yang telah dikompromikan dan e-mail spam. Setelah berhasil menginfeksi, trojan ini akan mencuri informasi pribadi pengguna, seperti rincian rekening bank, password, atau informasi kartu pembayaran.”Spam, phishing, Trojan perbankan merupakan ancaman keuangan yang tersebar secara luas. Jadi pengguna harus lebih jeli terhadap halaman web palsu, e-mail tak terduga yang meminta informasi keuangan, serta mengamankan perangkat mobile jika ada transaksi diluar sepengetahuan mereka. Sementara organisasi perlu secara teratur memeriksa infrastruktur TI mereka, terutama komputer dimana transaksi keuangan dilakukan,” jelas Vitaly Kamluk.Baca juga:
Awas, modus peretasan yang menjadikan jaringan layaknya ‘zombie’

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/ancaman-keamanan-finansial-siber-di-indonesia-meningkat.html

Leave a Reply