Asal Transparan, Tak Perlu Takut Terapkan Biaya Interkoneksi

By | October 27, 2016

Pergi.com, promo tiket pesawat semua maskapai! Apa kabar biaya interkoneksi telepon dan SMS 2016, yang menjadi polemik, memanas, dan dihentikan pembahasannya 1 September lalu?Berdasarkan informasi yang dihimpun Merdeka.com, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sedang membahas dokumen revisi Daftar Penawaran Interkoneksi (DPI) dari PT Telkom Group. Dokumen revisi DPI itu disetorkan ke BRTI pada 6 Oktober lalu.Bila benar, kini bola di tangan regulator. Artinya, Jika BRTI berpendapat DPI Telkom Group hasil revisinya tidak sesuai, maka biaya interkoneksi telepon dan SMS sebesar Rp 204 per menit untuk 18 skenario panggilan seluler dan telepon tetap yang ditetapkan 2 Agustus lalu bisa diterapkan. Apa benar demikian?Sarwoto Atmosutarno, Ketua Komite Tetap Penyelenggara Jaringan Bidang Telematika, Penyiaran, dan Ristek KADIN Indonesia, berpendapat sepanjang proses pembahasan penghitungan biaya interkoneksi dilakukan secara transparan, sebaiknya diterapkan saja. Apalagi proses penghitungannya seperti di tahun-tahun sebelumnya. Biaya interkoneksi kali pertama dihitung pada 2006.Menurut mantan orang nomor satu di Telkomsel, “Kalau sudah transparan, tetapkan saja, mengapa harus takut.””Poin KADIN Indonesia adalah interkoneksi sudah jelas. Aturannya ada, mesin penghitungnya juga sudah ada. Yang jadi persoalan, ada satu operator yang menilai proses menghitungnya tidak transparan, sehingga keluar angka Rp 204 per menit. Bila dinilai memang belum transparan, sebaiknya diulangi lagi. Namun, kalau sudah terbukti transparan, sebaiknya ditetapkan dan dijalani,” kata Sarwoto kepada Merdeka.com usai menjadi pembicara diskusi di Begini kata pakar hukum soal revisi PP telekomunikasi

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/asal-transparan-tak-perlu-takut-terapkan-biaya-interkoneksi.html

Leave a Reply