Awas, Pemerasan Cyber Kian Meningkat!

By | August 31, 2016

Berdasarkan catatan dari Trend Micro, peningkatan virus ransomware di seluruh dunia saat ini tercatat sebesar 172 persen sejak awal tahun 2016. Dari Januari hingga Juni tercatat ada 79 famili ransomware baru. Hal ini merupakan kejadian luar bisa bila dibandingkan dengan jumlah familia ransomware yang tercatat di sepanjang tahun 2015 yakni hanya ada 29. Ransomware merupakan virus yang mengunci data-data seluruh file penting yang kemudian meminta bayaran untuk pengembalian data.

“Pada tahun 2015 lalu, sempat kami prediksikan jika pada tahun 2016 merupakan tahun ‘pemerasan cyber’ melalui ransomware. Dan ternyata, prediksi kami benar adanya,” ujar Andreas Kagawa, Country Manager Trend Micro dalam acara media briefing di Jakarta, Selasa (30/08).

Dikatakannya, kerugian akibat ransomware tercatat mencapai angka setara USD 209 juta yang terjadi sepanjang triwulan pertama tahun 2016. Angka tersebut menurut FBI, hanya untuk wilayah Amerika Serikat saja.

Kendati begitu, terlepas dari meningkatnya ancaman siber, perusahaan sendiri dirasa kurang begitu sigap dalam mengambil tindakan. Dari survey yang dilakukan mereka, terungkap bahwa hanya 1 dari 10 perusahaan di kawasan Asia Pasifik atau kurang dari angka tersebut memahami bagaimana serangan siber dilakukan dan hampir 50 persen ternyata tidak memiliki program kesadaran keamanan di perusahaan mereka.

Sehingga, akibatnya adalah sekitar 59 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa karyawan mereka yang memiliki pemahaman rendah soal keamanan yang menjadi ancaman siber terbesar dari sisi dalam perusahaan sendiri.

“Mengelola dan memberdayakan karyawan dengan pola pikir dan kecakapan teknis soal keamanan seharusnya dijadikan sebagai prioritas utama bagi perusahaan,” tuturnya.Baca juga:
Lakukan penipuan online, 31 warga negara China di Bogor ditangkap

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/awas-pemerasan-cyber-kian-meningkat.html

Leave a Reply