Bisakah Kita Membersihkan Polusi Cahaya Di Perkotaan?

By | September 23, 2016

Jika kita pergi camping ke pantai, atau pegunungan, ada satu hal yang tak bisa didapat di perkotaan: langit yang bertabur bintang. Di kota, berbagai cahaya yang muncul dari gedung tinggi, lampu jalan, dan berbagai cahaya buatan manusia membuat langit yang seharusnya gelap, jadi terlihat buram.Hal ini terjadi karena foton dari penerangan buatan yakni lampu, muncul dari segala arah, serta tertuju ke langit. Hal inilah yang membuat setiap malam kita seperti berada di bawah kabut pendaran cahaya. Hal ini juga merusak pemandangan cahaya bintang, mengganggu observasi luar angkasa di Bumi, serta menyimpan resiko merusak habitat alami dan ekosistem binatang.Para aktivis lingkungan juga membenci polusi cahaya. Ini karena sumber daya listrik yang cepat atau lambat bakal menghabiskan sumber daya alami, dan menggerogoti keseimbangan alam pada akhirnya. Contoh mudah, banyak sekali gedung tinggi, restoran, atau tempat lain yang justru menyalakan lampu neon box mereka di malam hari, padahal mereka tak buka dan tak ada aktivitas di dalam gedung tersebut.Dalam hal ekosistem biologis, polusi cahaya juga membawa hal negatif. Sebuah organisasi non-profit bernama The International Dark Sky Association, menyatakan bahwa polusi cahaya telah membunuh puluhan ribu penyu yang masih tukik setiap tahunnya. Penyu lahir di pantai, dan mereka hanya tahu arah untuk mencapai laut dengan menggunakan pendaran cahaya alami dari garis horison. Ketika banyak sekali polusi cahaya, bintang yang masih bayi tersebut kehilangan arah dan mati.Hal ini juga berlaku pada burung yang bermigrasi. Arah navigasi mereka terbang hanya bergantung pada cahaya bulan dan bintang. Karena polusi cahaya, arah mereka jadi kacau dan berakhir di tempat yang sebenarnya bukan habitat asli mereka.Dengan berbagai dampak negatif ini tentu kita berpikir, bagaimana caranya mengatasi polusi cahaya. Tentu kita juga tak ingin kembali ke zaman di mana lampu tidak digunakan dan berada pada era kegelapan. Namun jika polusi udara saja bisa sedikit demi sedikit diatasi, mengapa polusi cahaya tidak?Hal ini kembali pada kesadaran diri sendiri, di mana setiap orang harus mengurangi penerangan yang ada di eksterior bangunannya. Tingkat kebutuhan dan tingkat tinggi rendahnya pendaran cahaya harus diperhatikan dan dikurangi jika tak perlu. Yang paling penting adalah memperhatikan pendaran cahayanya, agar tidak mengarah ke atas, dan mengarah ke langit.Baca juga:
Mengapa ketika berciuman mata otomatis terpejam?

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/bisakah-kita-membersihkan-polusi-cahaya-di-perkotaan.html

Leave a Reply