CEO XL Axiata: Ada Definisi Baru Mengenai Kartel Di Sini

By | October 19, 2016

Selasa (18/10) malam, operator seluler XL Axiata membuat pesta perayaan ulang tahunnya ke-20. Di satu hotel premium di kawasan segitiga emas Jakarta, perayaan berlangsung cukup menarik dan berkesan wah. Beberapa tamu penting hadir, seperti Menkopolhukam Wiranto dan Menkominfo Rudiantara. Beberapa mantan direksi lawas XL tampak datang, macam Hasnul Suhaimi, orang nomor satu di XL periode 2005-2015.

Menggunakan seragam batik biru, para direksi XL sibuk menyambut tamu. Sibuk menyediakan hiburan, serta memberikan kejutan dengan peluncuran produk baru, di malam itu. Satu orang yang pasti paling sibuk, tapi juga paling berbahagia adalah Dian Siswarini, Presiden Direktur XL Axiata sejak April 2015. Ucapan selamat dan jabatan tangan terus mengalir kepada Dian, meski pesta perayaan itu usai sekitar jam sembilan malam. Tawaran foto bersama para karyawan dan mitra XL pun tak ditampiknya. Senyumnya terus mengembang, meski malam semakin larut.Ketika ruangan ballroom menyisakan meja kursi kosong. Ketika tamu-tamu sudah pulang, Dian masih bersedia menerima ajakan wawancara beberapa wartawan, termasuk Merdeka.com. Senyumnya masih sumringah, meski rona rias di wajahnya mulai meluntur.Dari pertanyaan remeh-temeh hingga pertanyaan serius dijawab Dian, dengan rileks. Termasuk pertanyaan Merdeka.com soal tanggapannya terhadap laporan dugaan praktek kartel yang dilakukan XL bersama Indosat. Ini terkait pendirian usaha patungan kedua operator ini di bidang jaringan, yakni PT One Indonesia Synergi (IOS). Laporan dugaan praktek kartel ini dilakukan oleh Forum Masyarakat Peduli Telekomunikasi Indonesia kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).”Tim XL sudah dipanggil KPPU pagi tadi (Selasa). Ini baru panggilan pendahuluan. Saya belum terima laporan tim. Tapi intinya ini baru pemberitahuaan dari KPPU soal adanya dugaan kartel kepada XL dari pelapor,” ujar Dian santai.Menurut Dian, dirinya masih memahami laporan dugaan kartel yang dialamatkan kepada perusahaan yang dipimpinnya. Sebab sepanjang pemahamannya, definisi kartel itu adalah beberapa perusahaa bekerja sama untuk menentukan harga jual/tarif bersama supaya harga/tarif itu tetap tinggi. Sementara yang terjadi di XL justru sebaliknya, pihaknya melakukan berbagai cara hingga tarif layanannya semakin turun dan mentok di level harga satu rupiah.”Saya jadi bingung. Sepertinya ada definisi baru mengenai kartel di sini,” ujar Dian setengah bertanya.Yang masih menjadi kebingungannya, dugaan kartel itu dituduhkan bila terkait dengan kegiatan komersial, karena menyangkut harga jual atau tarif yang dipungut kepada konsumen. Bukan terkait dengan kegiatan operasi, seperti rencana kerja sama jaringan yang akan dilakukan oleh perusahaan patungan XL dan Indosat kelak.”Tapi kami serahkan kembali kepada KPPU,” tegas dia.Ketika ditanya apakah XL ada rencana melaporkan balik pihak pelapor, Dian berujar, “Kami sedang pikirkan.”
Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/ceo-xl-axiata-ada-definisi-baru-mengenai-kartel-di-sini.html

Leave a Reply