DPR Minta Pemerintah Tegas Soal Data Center Perusahaan Asing

By | September 30, 2016

Pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara yang berencana melonggarkan aturan mengenai penempatan data center mendapatkan tanggapan oleh anggota DPR RI komisi I Sukamta. Menurutnya, pemerintah seharusnya memiliki sikap untuk menguatkan industri telematika di Indonesia. Dia memiliki tiga alasan mengapa terkait hal itu.Pertama, kata dia, pasar data center di Indonesia sangat kompetitif dan saat ini cukup banyak tersedia SDM anak negeri yang profesional dan lebih murah ketimbang negara tetangga. Selain itu dengan mengadakan data center di Indonesia, perusahaan digital dapat lebih meningkatkan layanan mereka dari segi kecepatan dan kestabilan akses karena dapat mengurangi hops route.”Itu sebabnya sebagaian perusahaan data center di Singapura mulai mengalihkan data centernya ke Indonesia selain dengan pertimbangan ekonomis juga dianggap aman,” terangnya kepada Merdeka.com di Gedung DPR RI, Facebook, WhatsApp, Yahoo, YouTube, dll dapat berkontribusi secara ekonomi, karena jelas mereka membuka space iklan. Bandingkan dengan saat kita mengirim SMS dengan operator tanah air saja kena PPN yang masuk ke kas negara,” ungkapnya.Kemudian, alasan yang ketiga adalah terkait dengan cyber security, keamanan informasi, dan monitoring konten. Apabila data center ada di luar negeri maka berpeluang lebih besar data milik kita bisa dicuplik kapan dan di manapun. Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2012 mengenai Transaksi Elektronik pasal 17 Ayat 2 menyebutkan Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya. Di Tahun 2015 Pengadilan di Eropa memutuskan perjanjian Safe Harbor tak berlaku sehingga pemain seperti Facebook atau Twitter harus menjaga data pelanggan di Eropa tak disalahgunakan dan keluar dari negaranya tanpa izin.”Saya kira penting pak Menteri menyampaikan data perusahaan asing yang belum memiliki data center di Indonesia dan apa kendalanya, apakah karena biaya mahal atau birokrasi perijinan yang ribet. Saya rasa perusahaan asing tidak akan keberatan memiliki data center di Indonesia,” katanya.Sebelumnya beberapa waktu yang lalu, Menkominfo mengindikasikan bahwa perusahaan asing tak perlu menempatkan data center di Indonesia.”Kemkominfo itu sudah mereview. Kita itu patokannya, semua kebijakan pemerintah itu harus direview, dengan tujuan bagaimana negara kita ini kompetitif di internasional lanskap. Itu pertama. Bagaimana mengefisienkan seluruh proses bisnis,” ujarnya.”Yang lebih penting lagi, mending pilih mana, punya perangkat di situ tapi kita bengong, apakah kita dapat user ID sama password? Ya, kita cari yang lebih efisien yang mana, karena kita berkompetisi dengan negara lain,” pungkasnya.
Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/dpr-minta-pemerintah-tegas-soal-data-center-perusahaan-asing.html

Leave a Reply