‘Dulu Kalau Mau Komunikasi, Kami Harus Ke Negeri Sebelah’

By | October 17, 2016

Pemerataan infrastruktur telekomunikasi saat ini memang belum sepenuhnya merata. Masih ada beberapa wilayah khususnya di Indonesia Timur yang belum terjamah telekomunikasi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, pelan-pelan daerah yang ‘sepi’ signal mulai mulai menunjukan ‘kehidupan’.

Kepala Urusan Pemerintahan Negeri Abubu Pulau Nusa Laut Maluku, Dani Lekahena menceritakan, dulu sebelum ada operator yang masuk ke wilayahnya masyarakat di sana meski datang ke negeri sebelah. Namun kini, hal itu diakuinya tak lagi dilakukan setelah Telkomsel masuk di daerahnya.”Dulu kalau mau berkomunikasi, kami harus ke negeri sebelah, sehingga kadang ‘bergesekan’,” ujarnya, Senin (17/10).Baginya, telekomunikasi sudah sangat dibutuhkan oleh penduduk untuk melakukan komunikasi. Kepala Negeri Ameth Wempy Parenusa mengatakan, dengan adanya signal operator telekomunikasi saat ini, pelajar sangat terbantu untuk mendapatkan informasi tentang pelajaran dari internet. Maklum, karena di sina buku sangat terbatas.”Sinyal Telkomsel juga sangat membantu kami dalam urusan pemerintahan, sehingga memudahkan kami dalam berkoordinasi. Kami berharap Telkomsel meningkatkan teknologi agar kami bisa melakukan video call di Nusa Laut,” papar Wempy.Saat ini Telkomsel mengklaim telah melayani lebih dari 1.700 pelanggan di Nusa Laut, di sekitar 1.100 di antaranya aktif menggunakan layanan data.”Kami harapkan kualitas layanan komunikasi yang kami hadirkan di Nusa Laut mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sehari-hari,” kata Direktur Sales Telkomsel, Mas’ud Khamid dalam keterangan resminya.Baca juga:
Perang tarif bisa rugikan negara

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/dulu-kalau-mau-komunikasi-kami-harus-ke-negeri-sebelah.html

Leave a Reply