Galaxy Note 7 Non-Resmi Beredar Di Jakarta

By | September 25, 2016

KOMPAS.com – Vera mengangkat gagang telepon lalu memutar nomor. Setelah berbicara beberapa saat dengan seseorang yang disebut sebagai “distributor”, wanita berkerudung pink itu kembali mendatangi KompasTekno yang menunggu di sisi counter tokonya, lantai 2 pusat gadget mal ITC Kuningan, Jakarta.

“Ada mas barangnya, Galaxy Note 7. Harganya 11 juta, 64 GB” katanya, Rabu (21/9/2016) sore itu, sambil mengingatkan bahwa perangkat dimaksud diperoleh dari jalur non-resmi alias black market (BM).

“Nggak bisa klaim garansi di sini,” katanya.

Dia mengaku tak tahu apakah Galaxy Note 7 tersebut merupakan versi “aman” atau masih versi lama yang seharusnya sudah ditarik dari pasaran.

Samsung melakukan recall Galaxy Note 7 dari pasaran dunia pada awal bulan ini. Pre-order yang kadung dilakukan oleh konsumen Indonesia pun terpaksa dibatalkan dengan pengembalian uang.

Perangkat yang sempat mencetak rekor sebagai handset Galaxy paling banyak dipesan itu batal beredar sebelum sempat dijual di toko-toko ritel gadget Tanah Air, setidaknya untuk versi resmi dari Samsung.

Sulit ditemukan

Toko milik Vera merupakan satu dari segelintir toko di ITC Kuningan yang masih menyediakan Galaxy Note 7 non-resmi tanpa garansi. Sebagian besar penjaga toko hanya menggeleng ketika ditanyai soal ketersediaan perangkat yang bersangkutan.

Toko-toko yang masih memiliki Galaxy Note 7 BM tak selalu memperoleh perangkat tersebut dari pemasok lain.  Joni, seorang pemilik toko lain di lantai yang sama, misalnya, mengaku baru memperoleh satu unit dari seseorang secara pribadi.

“Dia dapat hadiah, dari Singapura. Lalu dijual ke saya dalam keadaan dimatikan,” ujar Joni, sambil menyebutkan soal permasalahan panas Galaxy Note 7 yang menyebabkan maskapai-maskapai penerbangan dunia melarang pemakaiannya di dalam pesawat.

Baca: Garuda Indonesia Juga Keluarkan Aturan untuk Galaxy Note 7

Para pedagang di ITC Kuningan paham betul dengan problem Galaxy Note 7 yang rawan terbakar karena overheating baterai. Lantaran itulah, menurut Joni, para pedagang kesulitan mendapat stok, bahkan barang “BM” sekalipun.

Barang resmi tidak ada karena versi aman dari Galaxy Note 7 memang belum dirilis kembali oleh Samsung di Indonesia, sementara versi lama yang tidak aman belum sempat beredar sebelum ditarik.

“Susah itu, mau dibawa naik pesawat, kapal, nggak bisa. Kan repot kalau dia tiba-tiba terbakar kalau lagi di-transport,” kata Joni.

Ada di online

Selain di toko-toko fisik, Galaxy Note 7 “BM” juga beredar secara online lewat sejumlah pedagang di  penyedia-penyedia layanan e-commerce lokal. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 10 jutaan hingga lebih dari Rp 12 juta.

Beberapa penjual mencantumkan alamat toko fisik di ITC Kuningan atau pusat gadget lain. Ada juga yang mengklaim bahwa produk dagangannya adalah versi baru yang sudah diperbaiki.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Galaxy Note 7 yang ditawarkan salah satu pedagang online di situs e-commerce lokal

“Note: product ini sudah di-recall, jadi tidak akan meledak atau meleleh ketika di-charger,” tulis seorang pedagang dalam lapak online miliknya.

“Garansi International – Singapore… Barang sesuai deskripsi dan udah bukan yang bermasalah kemarin ya. Indikator baterai warna hijau,” tulis pedagang lain berusaha meyakinkan peminat.

Beberapa negara memang telah mendapatkan kembali stok Galaxy Note 7 versi aman setelah sempat ditarik. Warga Singapura, misalnya, sudah bisa menukar Galaxy Note 7 lama dengan unit baru sejak 16 September lalu.

Baca: Samsung Sisipkan 3 Pesan Ini di Layar Galaxy Note 7

Di negara asalnya, Korea Selatan, Galaxy Note 7 dijadwalkan mulai dijual kembali pada 28 September mendatang.

Nasib belum jelas

Bagaimana dengan Indonesia? Samsung belum mengumumkan tanggal resmi kemunculan Galaxy Note 7 di pasaran Tanah Air setelah recall.

Gerai Samsung di lantai 2 Mal Ambassador masih memajang Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge. Dua perangkat flagship terdahulu yang telah beredar sejak awal tahun ini.

Ari, seorang pegawai di sana, mengaku tidak tahu kapan Galaxy Note 7 akan mulai tersedia. “Belum ada info dari pusat kapan lagi adanya. Coming soon lah,” katanya. Dia hanya bisa menerka-nerka waktu, antara bulan Oktober hingga November.

Gara-gara isu baterai tersebut, Joni sang pemilik toko berpendapat Galaxy Note 7 kehilangan momentum penting sebelum kemunculan iPhone generasi terbaru dari Apple.

Termasuk juga di pusat perbelanjaan di jantung kawasan bisnis Kuningan itu, di mana iPhone 7 Plus versi pasar gelap sudah mulai beredar sejak seminggu lalu.

Tiap kali KompasTekno menanyakan soal ketersediaan Galaxy Note 7, para pedagang cenderung merekomendasikan duo iPhone 7 yang sudah ada dan bisa dibeli saat itu juga.

Kalaupun sudah datang nanti, Joni mengaku ragu, minat konsumen terhadap Galaxy Note 7 bakal tinggi seperti semula. “Gara-gara kasus baterai itu namanya rusak. Orang-orang jadi takut,” kata dia.
Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/09/23/11050017/galaxy.note.7.non-resmi.beredar.di.jakarta

Leave a Reply