Go-Jek Ditinggal Salah Satu Pendirinya

By | October 19, 2016

(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = “//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.3”; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu pendiri (co-founder) Go-Jek Michaelangelo Moran atau yang akrab dipanggil Mikey Moran mengundurkan diri dari startup penyedia layanan transportasi online tersebut.

Pengumuman pengunduran diri Moran dibuat melalui akun Facebook pribadinya, Selasa (18/10/2016) sore ini.

Its been such an amazing 6 year journey, but with a sad and heavy heart, my time in GO-JEK has come to an end,” demikian tulis Moran.

I would like to thank everyone who has helped me along the way, inside and outside of the company,” imbuhnya.

Moran bersama dengan Nadiem Makarim mendirikan Go-Jek pada 2010 lalu. Berdua mereka merintis Go-Jek dari nol hingga kini perusahaan tersebut telah mendapat suntikan dana hingga triliunan rupiah.

Baca: Go-Jek Dapat Kucuran Investasi Rp 7,2 Triliun

Mundurnya Moran dari Go-Jek diakuinya sebagai pilihan yang sulit, namun ia percaya Go-Jek akan terus berkembang di tangan para petingi dan karyawannya.

Belum diketahui ke mana Moran akan berlabuh selanjutnya. Ia juga menyatakan akan terus memberikan dukungannya kepada Go-Jek.

KompasTekno telah berupaya menghubungi juru bicara Go-Jek Rindu Ragilia untuk mengonfirmasi kabar ini, namun belum mendapatkan jawaban.

Moran bukan satu-satunya orang penting Go-Jek yang hengkang dalam kurun satu bulan ini. Sebelumnya, Go-Jek juga ditinggal oleh Vice President of Technology Product Go-Jek, Alamanda Shantika Santoso.

Ala, panggilan akrabnya, meninggalkan posisinya di Go-Jek pada awal Oktober lalu.

Go-Jek juga sedang mendapat tekanan dari para pengemudinya yang menuntut perubahan dalam penghitungan sistem performa yang diterapkan.

Minggu lalu, massa yang terdiri atas driver Go-Jek berunjuk rasa di depan kantor pusat Go-Jek menuntut perubahan penghitungan performa. (Baca: Dilema Go-Jek, Peningkatan Performa dan Unjuk Rasa Pengemudinya)

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/10/18/19145117/go-jek.ditinggal.salah.satu.pendirinya

Leave a Reply