Indikasi Kuat Kehadiran Kembali Ponsel Motorola Di Indonesia

By | October 17, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Awal tahun ini, Lenovo Indonesia menjelaskan rencananya untuk mulai memasarkan smartphone seri Moto di pasaran Tanah Air.

Tanda-tanda kehadiran lini ponsel besutan Motorola tersebut belakangan mulai semakin jelas dengan munculnya nama “Motorola” di laman sertifikasi Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI).

Pantauan KompasTekno, Kamis (13/10/2016), sudah terdapat dua ponsel Motorola yang diajukan Lenovo untuk sertifikasi ke Ditjen SDPPI, masing-masing dengan kode “XT1663” dan “XT1706”.

Sertifikat XT1706 mendapat status sudah dicetak, bertanggal 8 September 2016.

Perangkat ini juga dinyatakan telah mendapat sertifikat tanda sah Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di situs Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian, dengan nilai TKDN 21,77 persen.

Belum jelas benar skema TKDN mana yang ditempuh oleh Lenovo untuk memenuhi persyaratan kandungan lokal ponsel seri Moto. Namun, Juni lalu, Lenovo pernah menyatakan ponsel Motorola bakal menempuh jalur investasi software.

Pemerintah mensyaratkan semua ponsel 4G yang dipasarkan di Indonesia mulai 2017 harus memiliki TKDN sebesar 30 persen.

Dalam memenuhi ketentuan tersebut, ada tiga skema yang bisa dipilih, dengan penekanan pada aspek manufaktur, aplikasi, atau komitmen investasi. (Baca: Eksklusif: Ini Isi Aturan TKDN Ponsel 4G)

Moto M dan Moto E?

Perangkat berkode XT1663 selama ini dirumorkan merupakan ponsel kelas menengah Moto M generasi baru dari Motorola yang memiliki layar berukuran 4,6 inci.

Spesifikasinya diduga mencakup prosesor octa-core 1,9 GHz, RAM 3 GB, media internal 32 GB, serta unit kamera 16 megapiksel dan 8 megapiksel.

Adapun perangkat berkode XT1706 disinyalir tak lain adalah Moto E Power generasi ketiga dengan layar 5 inci beresolusi HD, RAM 2 GB, media internal 16 GB, prosesor quad-core 1 GHz, serta kamera 8 megapiksel dan 5 megapiksel.

Lenovo mengakuisisi Motorola Mobility dari pemilik sebelumnya, Google, pada Oktober 2014, dengan nilai mencapai 2,91 miliar dollar AS.

Motorola beroperasi di bawah Lenovo sebagai anak perusahaan dengan tetap berkantor di Chicago, AS. Hak atas brand ponsel Moto pun penjadi milik Lenovo.

Motorola (Moto) hadir kembali di Indonesia pada Maret lalu melalui arloji pintar Moto 360, setelah sebelumnya sempat vakum di pasaran.

Indikasi lain

Di Facebook sudah terdapat laman khusus bernama “Moto Indonesia”. Selama ini laman yang bersangkutan baru mengunggah aneka posting tentang smartwatch Moto 360. Laman ini mendadak aktif kembali setelah vakum beberapa bulan, postingan terakhir tercatat pada April lalu.

Selain itu, penyebaran ponsel Moto di Asia Tenggara sudah sampai di negara tetangga, Singapura. Enam model ponsel Motorola sudah hadir negara kota tersebut pada akhir Agustus lalu. Sedangkan di Malaysia, Moto X Play terpantau muncul di situs uji sertifikasi ponsel setempat.

Sejumlah indikasi di atas bisa jadi menguatkan fakta kehadiran kembali ponsel Motorola Indonesia. Apakah benar Motorola akan “come back” ke pasar ponsel Indonesia? Kita tunggu saja.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/10/13/13103587/indikasi.kuat.kehadiran.kembali.ponsel.motorola.di.indonesia

Leave a Reply