Ingin Investasi Di Sektor Non Teknologi, Ken Keluar Dari Kaskus

By | October 17, 2016

13 Oktober 2016 adalah momen di mana Ken Dean Lawadinata yang merupakan mantan CEO Kaskus, ‘benar-benar’ meninggalkan Kaskus. Dia memberikan pengumuman kalau ia keluar dari forum daring terbesar di Indonesia tersebut. Hal ini disampaikan melalui sebuah email berisi penjelasan tentang keluarnya Ken dari Kaskus, dengan diakhiri dengan kalimat, “Saya keluar.”

Dilansir dari Tech in Asia, Ken membeberkan kan kalau keputusan tersebut diambil karena ia mendapat tawaran dari GDP untuk membeli saham miliknya dan Andrew, yang juga founder Kaskus, dengan harga yang cukup menarik.Ken menjelaskan bahwa dia dan Andrew telah bernegoisasi dan menyelesaikan semuanya dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Ia menyatakan bahwa ia telah ‘benar-benar’ keluar dari Kaskus secara komplit, sementara Andrew mempertahankan sejumlah kecil saham di Kaskus sebagai bentuk ‘kenang-kenangan.’Sebenarnya hal ini bukan keputusan yang tiba-tiba datang dari kedua founder raksasa komunitas online Indonesia ini. Dulu di tahun 2011, Venture Capital atau VC, berinvestasi ke Kaskus. Dua tahun setelah mendapatkan pendanaan dari venture yang merupakan bagian dari perusahaan rokok Djarum, GDP Venture ini, Ken dan Andrew sama-sama mundur dari jabatan CEO dan CTO. Alih-alih, mereka menjadi Chairman dan Advisor.Sempat dipegang oleh Sukan Makmuri yang menjabat sebagai COO Kaskus, Kaskus sekarang resmi berada di bawah pengawasan GDP Venture yang dipimpin Martin Hartono, karena sang mantan COO memutuskan kembali ke Amerika Serikat pada tahun 2014.Untuk saat ini, Ken sendiri justru tak ingin berinvestasi di dunia teknologi. Ia akan mencari peluang bisnis di luar sektor teknologi.”Menurut saya, saat ini bisnis IT di Indonesia tengah berada dalam semacam bubble, karena semua orang membuat valuasi yang konyol tanpa tanda-tanda keuntungan dalam waktu dekat. Karena itu, saya ingin membuat variasi dengan uang yang saya miliki saat ini, pada bidang lain seperti pertambangan dan komoditas menarik lainnya,” ungkapnya.Hal ini juga dipertegas dengan pernyataan Ken bahwa ia sepertinya tak akan berinvestasi lagi di dunia teknologi, sampai paling tidak valuasi para startup baru menjadi lebih wajar. Perlu diketahui, Ken sampai saat ini masih didapuk sebagai advisor bagi beberapa startup seperti SmartMama dan Tororo.source:Tech in AsiaTech in AsiaBaca juga:
Platform digital [email protected] target satu juta transaksi di 2017

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/ingin-invetasi-di-sektor-non-teknologi-ken-keluar-dari-kaskus.html

Leave a Reply