Ini Senjata Baru Kepolisian 13 Negara Untuk Perangi Ransomware

By | October 20, 2016

Ransomware adalah malware atau virus yang mampu mengunci perangkat korban, dan agar bisa menggunakan perangkatnya lagi biasanya si korban harus membayar uang tebusan pada si hacker. Oleh sebab itu, ransomware dianggap sebagai malware baru yang paling berbahaya bagi masyarakat luas.

Guna menghentikan ransomware, lembaga penegak hukum dari 13 negara memutuskan untuk bergabung dengan pihak swasta untuk bersama-sama melawan ransomware dengan proyek ‘No More Ransom’.No More Ransom diluncurkan perdana pada 25 Juli 2016, oleh Dutch National Police, Europol, Intel Security dan Kaspersky Lab. Proyek ini memperkenalkan bentuk kerjasama terbaru antara penegak hukum dan sektor swasta untuk melawan ransomware secara bersama-sama.Negara yang baru-baru ini memutuskan untuk bergabung diantaranya Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kolombia, Prancis, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Portugal, Spanyol, Swiss dan Inggris. Diharapkan akan semakin banyak lembaga penegak hukum dan organisasi di sektor swasta yang ikut bergabung dalam program ini dalam beberapa bulan mendatang.Tujuan dari portal online www.nomoreransom.org adalah menyediakan sumber daya yang bermanfaat bagi korban ransomware. Pengguna dapat menemukan informasi tentang apa itu ransomware, cara kerjanya dan, yang paling penting, bagaimana melindungi diri mereka sendiri.Selama dua bulan pertama, lebih dari 2.500 orang telah berhasil mendekripsi data-data mereka tanpa harus membayar uang tebusan, menggunakan alat dekripsi utama pada platform (CoinVault, Wildfire dan Naungan). Hal ini menyebabkan kerugian, mencapai USD 1 juta, bagi penjahat cyber dari hasil uang tebusan para korban.Dengan semakin banyaknya lembaga penegak hukum bersama mitra dari sektor swasta lainnya bekerja sama, maka akan semakin banyak pula alat dekripsi yang dapat dibuat dan tersedia. Saat ini, sudah ada lima alat dekripsi yang tersedia di website.Sejak peluncuran portal pada bulan Juli, telah ada penambahan WildfireDecryptor beserta dua alat dekripsi yang diperbarui yaitu RannohDecryptor (diperbarui dengan decryptor untuk ransomware MarsJoke alias Polyglot) dan RakhniDecryptor (diperbarui dengan Chimera).Sumber: Kaspersky LabBaca juga:
Ancaman keamanan finansial siber di Indonesia meningkat?

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/ini-senjata-baru-kepolisian-13-negara-untuk-perangi-ransomware.html

Leave a Reply