Melihat Debut LeEco Di Kandang Google Dan Facebook

By | October 25, 2016

Pergi.com, promo tiket pesawat semua maskapai! Pagi Rabu (19/10) sekitar pukul 09.00 waktu Amerika Serikat, Merdeka.com dan rombongan media dari Indonesia sekaligus Asia Pasifik, diboyong ke Innovation Hanger, San Francisco. Di sana tempat acara LeEco Bigbang Conference berlangsung. Acara ini sebetulnya ajang di mana produsen teknologi asal Tiongkok ingin unjuk gigi di negeri Paman Sam. Tak sekadar unjuk gigi semata, melainkan mereka juga ingin beradu teknologi di sana.Tepat pukul 10.00 acara pun dimulai. Di ruangan tertutup dihiasi lampu menawan nan luas itu, Chief Revenue Officer LeEco North America, Donny Bowman, muncul di atas panggung yang megah. Dengan hangat dia menyapa tamu undangan sembari menceritakan inti dari bisnis LeEco. Boleh dibilang, LeEco ini sebuah perusahaan yang menyatukan seluruh perangkat teknologi. Punya cita-cita futuristik membangun ekosistem teknologi yang saling terhubung.”Kami ingin mengembangkan ekosistem industri. Memberikan pengalaman baru,” jelasnya.Barangkali nama LeEco bagi Anda yang kurang familiar di telinga, seakan sesumbar bermimpi seperti itu. Wajar, namun tunggu dulu. LeEco ini sebetulnya perusahaan teknologi yang populer di China dan berdiri sejak tahun 2004 bahkan baru-baru ini mereka telah mencaplok saham milik Coolpad.Memang awalnya, LeEco bukanlah perusahaan yang tiba-tiba membuat perangkat. Melainkan sebuah layanan streaming film. Layanan mereka itu pun laris manis di negaranya hingga muncul sebutan ‘Netflixnya China’. Ambisinya pun semakin membara manakala ingin memberikan layanan yang mudah bagi pengguna. Alhasil, mulailah mereka memproduksi televisi. Meskipun menceburkan diri ke perangkat elektronik dengan memproduksi televisi, namun aplikasi streaming film masih disematkannya.Pelan tapi pasti, pada tahun 2015 LeEco memutuskan untuk memproduksi smartphone. Asal tahu saja, ponsel buatan LeEco ini dikenal luas harga miring spesifikasi mentereng. Terbukti pada saat mereka merilis produk smartphone LeEco Pro 3 di China, 500.000 unit ludes terjual dalam waktu 15 detik saja.Nah pada tahun 2016 seakan tak ingin berhenti inovasi, LeEco menjajal inovasi baru dengan masuk ke mobil listrik tanpa sopir. Jelas jika semuanya telah terhubung, maka nama LeEco sesuai dengan artinya. Le berasal dari bahasa Tiongkok yang berarti bahagia. Eco merujuk pada ecosystem.”Anda pastinya tahu Apple, Samsung, Google, dan Tesla. Nah, itulah yang kami lakukan di LeEco dengan menggabungkan inti dari mereka. Kami percaya saat ini sudah waktunya mengubah industri yang lebih terhubung,” ungkapnya.Pernyataan Donny memang nampak optimis jika LeEco mampu menggapai impiannya itu. Hal itu pula tak lepas dari optimisme sang pendiri sekaligus CEO dan Chairman LeEco, YT Jia saat gilirannya berbicara di atas panggung. Jia mengatakan, untuk mencapai di titik itu, memang tak mudah. Namun, kepercayaan tingkat tinggi sanggup membawa mimpi perusahaan menjulang tinggi.”Saya percaya jika Anda berani bermimpi hingga mencapai 99 persen, percaya atau tidak mungkin Anda telah menerima hak 1 persen kesempatan untuk menjadi sukses,” tuturnya.Di atas tanah 1 hektarSetelah memamerkan teknologi dan mentasbihkan diri ‘bertarung’ di pasar Amerika Serikat, keesokannya, Kamis (20/10) LeEco pun mengajak kami pergi ke kantor pusat regional di San Jose, California. Sekitar kurang lebih 45 menit dari tempat penginapan di The Fairmont Hotel, Nob Hill, barulah kami sampai di kantor LeEco.Saat diperjalanan menuju markas LeEco, berjejer kantor pusat perusahaan-perusahaan teknologi top dunia seperti Microsoft, Dell, Cisco, dan Samsung. Menariknya, ternyata kantor LeEco dan Samsung bertetanggaan.Seperti pada umumnya kantor pusat teknologi di sana, markas LeEco terbilang ‘sederhana’. Terdiri dari dua lantai dengan luas lahan sekitar 1 hektar. Baru April lalu kantor itu ditempati. Memang terlihat dari bangunannya yang masih anyar. Namun, beragam teknologi besutan LeEco seperti LeTV terpampang besar saat memasuki pintu masuk kemudian sepeda pintar dan smartphone.”Welcome to LeEcos office,” kata salah satu pegawai.Kemudian rombongan diajak ke sudut ruangan di mana ada sebuah kotak kaca berisi miniatur rencana pengembangan kantor baru LeEco di tanah Santa Clara, California yang mereka beli dari Yahoo beberapa waktu lalu. Tanah seluas 19 hektar itu dibeli seharga 250 juta dolar AS dan bisa menampung 12.000 pegawai.Setelah itu di lantai dua, terlihat aktivitas pekerja LeEco baik itu rapat ataupun tengah mengerjakan sesuatu di depan laptopnya. Sejauh mata memandang, tidak ada sekat antar meja pegawai. Semuanya sonder kubikel. Proses interaksi yang hangat antara satu dengan yang lain terlihat begitu terasa. Ada beberapa sekat ruang meeting yang terlihat tengah digunakan oleh pegawainya.Sayangnya, minim permainan untuk melepas penatnya bekerja seperti di kantor perusahaan teknologi lainnya, sebut saja Google atau LeEco Le Pro 3 ‘lahir’, usung RAM 6GB dan baterai jumbo 4070mAh

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/melihat-debut-leeco-di-kandang-google-dan-facebook.html

Leave a Reply