Mengenal Teknologi Kamera Ganda Di IPhone 7 Plus

By | September 15, 2016

KOMPAS.com – Pada Kamis (8/9/2016) dini hari, iPhone 7 Plus. Perangkat tersebut dibekali kamera utama 12 megapiksel dengan lensa berbukaan F1.8.

Tapi yang lebih menarik adalah unit penangkap gambar milik iPhone 7. Ponsel ini memiliki kamera ganda di bagian punggungnya, masing-masing dengan resolusi 12 megapiksel.

Perbedaan di antara dua kamera iPhone 7 Plus, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, terletak pada jenis lensa yang digunakan.

Kamera pertama dipasangi lensa 28 mm (ekuivalen full-frame) dengan bukaan F1.8, sementara kamera kedua mengusung lensa 56 mm (juga ekuivalen full frame) berbukaan F2.8.

Artinya, kedua lensa iPhone 7 Plus memiliki dua focal length berbeda. Satu kamera menghasilkan bidang padang wide-angle (28 mm) sementara lainnya memiliki bidang pandang setara lensa normal pada kamera digital (56 mm).

Bukan “zoom” optik

Saat memperkenalkan kamera ganda Apple menggunakan istilah “optical zoom at 2x” yang membingungkan.

Istilah yang biasanya dipakai untuk menggambarkan rentang zoom adalah “2x optical zoom” yang berarti focal length lensa kamera bisa diperpanjang hingga 2 kali angka semula di titik terlebar dengan teknik zooming  (mengubah jarak antar lensa).

Pada zoom optik, proses penambahan focal length dilakukan secara bertahap, misalnya dari 28 mm, lalu 35 mm, 40 mm, kemudian 50 mm seiring dengan memanjangnya jarak antar lensa.

Tapi tidak demikian halnya dengan Samsung, atau modul TrueZoom untuk ponsel modular Motorola Moto Z, melainkan dua kamera dengan lensa yang memiliki dua sudut pandang berbeda.

PetaPixel Perbedaan sudut pandang kamera wide pada iPhone 7 Plus (kiri) dan kamera short tele.

Dengan kata lain, iPhone 7 Plus memiliki dua lensa “prime” (lensa non-zoom dengan focal length tetap/fixed).

“Optical zoom” yang dimaksud Apple tak lain adalah “melompat” dari bidang pandang 28 mm (wide) ke 56 mm (normal/short tele) ketika pengguna berganti kamera yang diaktifkan.

iPhone 7 Plus memang bisa melakukan zoom hingga lebih dari 2x, tapi proses tersebut menggunakan teknik digital zoom -bukan optical zoom– yang mengurangi ketajaman gambar.

Kamera dengan lensa 28 mm ideal untuk memotret pemandangan, arsitektur, atau obyek lain yang membutuhkan sudut pandang lebar, sementara kamera dengan lensa 56 mm cocok untuk memotret orang atau subyek lain secara close up.

Konsep serupa sebenarnya sudah lebih dulu diterapkan oleh LG dengan kamera ganda pada smartphone G5-nya. Hanya saja, implementasinya berlawanan. Alih-alih menanam lensa wide dan short tele, LG menggunakan lensa wide dan ultra-wide yang sangat lebar.

Efek “Depth of Field”

Penggunaan kamera ganda pada iPhone 7 Plus turut membuka mode pengambilan gambar baru, yakni “Portrait” yang menambah efek depth of field (DoF) berupa background yang buram, sementara subyek utama tetap tampil tajam.

Cara kerjanya mirip dengan teknik serupa yang telah lebih dulu diterapkan di beberapa model ponsel Android. Kedua kamera menangkap gambar secara berbarengan untuk memperoleh informasi jarak subyek utama dan background (depth map).

Sebuah algoritma software khusus lantas memisahkan subyek utama dengan background, kemudian memburamkan latar belakang secara artifisial. Preview dari efek ini bisa dilihat di layar ponsel.

Apple Contoh tangkapan gambar dengan background buram, oleh mode Portrait di iPhone 7 Plus

Hasilnya adalah foto dengan background buram dan subyek tajam, menyimulasikan efek DoF sempit yang biasanya hanya bisa diambil oleh kamera digital dengan sensor gambar berukuran besar (DSLR atau mirrorless, misalnya).

iPhone 7 Plus.

Mode Portrait tidak tersedia secara default pada iPhone 7 Plus ketika mulai dipasarkan nanti, melainkan akan disalurkan lewat update software dalam beberapa minggu ke depan.

Fitur lain

Di samping dua hal di atas, kamera iPhone 7 Plus juga memiliki beberapa fitur lain seperti kemampuan menyimpan gambar dalam format RAW (DNG) yang lebih fleksibel untuk editing dibanding JPEG.

Ada juga image stabilization untuk meredam goyangan yang bisa memburamkan gambar, juga “wide color capture” yang diklaim bisa menangkap spektrum warna lebih luas.

Unit flash turut dipermak dan kini memiliki empat LED flash. Unit berjulukan Quad-LED system ini diklaim memiliki keluaran cahaya 50 persen lebih tinggi dibanding iPhone generasi sebelumnya, serta sanggup mengurangi flicker yang timbul saat subyek berada di bawah lampu.

Semua proses pengolahan gambar ditangani oleh Image Signal Processor (ISP) baru yang tertanam di chip A10 Fusion yang mengotaki iPhone 7 Plus. Kinerja ISP baru ini diklaim dua kali lebih tinggi dibanding prosesor terdahulu.

Kamera depan untuk menjepret selfie ikut diperbarui dengan unit baru beresolusi 7 megapiksel, baik untuk iPhone 7 Plus. Kedua ponsel rencananya akan mulai bisa dipesan di beberapa negara mulai 9 September besok.
Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/09/09/18560017/mengenal.teknologi.kamera.ganda.di.iphone.7.plus

Leave a Reply