Modal Ventura China Jatuh Cinta Dengan Startup Indonesia

By | August 31, 2016

Investor China fokus ke dua negara sebagai negara tujuan investasinya, yakni Indonesia dan India. Bahkan dalam 20 tahun mendatang, khususnya Indonesia adalah negara yang tepat untuk investasi di ekonomi digital.Keyakinan ini disampaikan Ku Kay Kok dari Gobi Partners, perusahaan modal Ventura asal China, kepada Merdeka.com, di sela event Indonesia Fintech Festival & Conference 2016 di ICE BSD City, Selasa (30/8).Saat ini, kata Mok, Gobi sudah berinvestasi di startup Travelio. Bahkan di awal-awal, Gobi pernah menjadi salah satu investor di Scoop.”China memiliki likuiditas modal tinggi, sehingga saat ini melihat negara lain untuk berinvestasi. Dari sisi ini, China melihat dua negara yang sangat potensial, yakni Indonesia dan India. Sebab populasi kedua negara besar, terutama generasi muda, kedua adopsi terhadap teknologi tinggi. Indonesia menjadi tempat investasi yang tepat dalam waktu 20 tahun mendatang,” kata Mok.Gobi Partners sendiri sangat ingin berinvestasi di startup Indonesia lebih banyak. Sektor startup yang dilirik adalah consumer sector, seperti e-commerce. Sebab populasi Indonesia besar, sehingga memiliki consumer besar pula.Potensi Indonesia ini juga dilihat Google dan Temasek dalam risetnya. Hasil riset itu menunjukkan Indonesia siap menjadi destinasi tertinggi bagi perusahaan modal ventura (venture capital) di Asia Tenggara yang mencari perkembangan di ekonomi digital baru. Google prediksi nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 81 miliar pada 2025, yang terbesar di Asia Tenggat.Indonesia juga dinilai merupakan tempat menarik memulai startup. Apalagi Indonesia sudah menjadi tuan rumah terbesar dengan jumlah startup 2.033 dari total 7.000 startup di Asia Tenggara. Jumlah ini lebih besar dari Singapura yang memiliki 1.850 startup.Jefri R. Sirait, Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo), sependapat Indonesia atraktif di mata investor, yang didukung sisi populasi besar, adopsi teknologi, dan akses internet yang semakin cepat.Karena itu, Amvesindo bisa berperan supaya akselerasi industri modal venture dan startup Indonesia bisa lebih cepat dari sekarang.”Momen of truth-nya, Indonesia is beauty. Tidak hanya bicara gain, tapi atraktif,” ujarnya.Sebastian Togelang, Sekjen Amvesindo sekaligus founder Kejora Ventures, menambahkan Indonesia menyediakan peluang bisnis digital yang sangat besar. Dengan pertumbuhan sektor industri yang dobel digit, Indonesia juga menawarkan potensi digital yang luas.”Peluang bagus di Indonesia. Regional player bisa ikut serta bangun ini. Sehingga tidak tergantung asing,” ucap dia.Baca juga:
Wujudkan mimpi lebih cepat lewat barang bekas

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/modal-ventura-china-jatuh-cinta-dengan-startup-indonesia.html

Leave a Reply