‘Ribut’ Tarif Interkoneksi Di DPR, Ini Komentar CEO Indosat Ooredoo

By | August 29, 2016

Ribut-ribut menjelang pemberlakukan penurunan tarif interkoneksi telepon pada 1 September 2016 berlanjut. Setelah meminta keterangan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada Rabu (24/8), kemarin (25/8), Komisi I DPR RI memanggil seluruh operator telekomunikasi untuk memperoleh masukan sebanyak-banyak, sebelum bersikap terhadap rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 1 September tersebut. Seluruh operator besar hadir, seperti PT Telkom Tbk, Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Smartfren, dan Tri Indonesia.

Tarif interkoneksi, salah satu komponen operator telekomunikasi menetapkan tarif ritel yang dibayarkan pelanggan telepon. Saat ini tarif interkoneksi berkontribusi 15 persen terhadap penentuan tarif ritel.Alexander Rusli, Presiden Direktur Indosat Ooredoo, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Komisi I DPR RI untuk memanggil pihak operator dan meminta keterangan dari seluruh operator terkait isu penurunan tarif interkoneksi. Pihaknya percaya Komisi I akan memperjuangkan kebijakan pro rakyat dan terus mendorong industri untuk menjadi lebih efisien. Sehingga infrastruktur telekomunikasi akan tersebar merata dengan harga terjangkau.”Tarif interkoneksi berperan penting dalam menciptakan iklim kompetisi yang sehat, mengurangi hambatan bagi pelaku, dan memacu industri untuk terus berusaha menjadi lebih efisien,” ujar Alex, usai mengikuti rapat dengar pendapat ini, kemarin.Soal visi Indosat Ooredoo sendiri, kata Alex, pihaknya komitmen untuk terus berperan aktif dalam membantu pemerintah mencapai target pembangunan pita lebar Indonesia (broadband connectivity).Operator yang keberatan terhadap rencana penurunan tarif interkoneksi ini adalah Telkomsel. Operator dengan 154 juta pengguna ini ingin perhitungan penurunan tarif interkoneksi itu dilakukan lebih adil. Seperti menggunakan basis biaya atau cost based.Sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menerapkan penurunan tarif interkoneksi rata-rata sebesar 26 persen terhadap 18 skema panggilan telepon seluler dan tetap mulai 1 September 2016. Kebijakan ini akan berlaku hingga Desember 2018.Pembahasan penurunan tarif interkoneksi sendiri berlangsung sejak tahun lalu. Seluruh operator telah diajak bicara sejak Mei 2015 hingga Januari 2016. Opsi penurunan 26 persen itu sudah melalui formula yang dikonsultasikan bersama sebuah firma konsultan independen selama 10 tahun terakhir.”Indonesia itu ada di rezim multi operator. Kalau monopoli, tidak ada interkoneksi. Operator wajib membuka jaringan dan mereka punya hak untuk berinterkoneksi,” jelas Menteri Rudiantara saat dipanggil Komisi I DPR, Rabu lalu.Menurut dia, kebijakan ini hanya opsi dari pemerintah. Sementara kesepakatannya dilakukan oleh masing-masing operator secara bisnis (B2B).Baca juga:
Ambisi Telkom bangun 1.000 kampung digital

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/ribut-tarif-interkoneksi-di-dpr-ini-komentar-ceo-indosat-ooredoo.html

Leave a Reply