Rumah Di Amerika Ini Diklaim Sebagai ‘neraka Digital’

By | August 23, 2016

Pada tahun 2011 lalu, pasangan James dan Therese Arnold pindah ke sebuah rumah peternakan di Potwin, Kansas, Amerika Serikat, dengan maksud menikmati masa pensiun mereka. Namun yang terjadi justru sebaliknya, di rumah itu mereka merasakan ‘neraka digital’ yang sebenarnya.

Ternyata, rumah keluarga Arnold itu terhubung dengan 600 juta alamat IP (internet protocol) di dunia. Alamat IP adalah nomor identitas untuk setiap komputer yang terhubung dengan internet. Lalu, apakah ini menjadi masalah serius?Jawabannya pasti. Sebab, saat ada kejahatan siber yang dilakukan oleh salah satu dari 600 juta pengguna alamat IP tadi, yang pertama didatangi adalah rumah keluarga Arnold. Menurut pengakuan pasangan Arnold, sejak minggu pertama tinggal di rumah itu, mereka sudah didatangi oleh polisi yang mencari sebuah truk yang dicuri.Selama lima tahun menetap, keluarga Arnold dikunjungi oleh polisi bahkan FBI hingga tak terhitung jumlahnya. Mulai dari kasus hilangnya seseorang sampai penipuan online pernah dialamatkan pada mereka akibat rumah itu terhubung dengan jutaan alamat IP tadi.Berkat data dari Kashmir Hill, salah satu jurnalis dari Fusion, terungkaplah bila rumah yang disewa keluarga Arnold itu mengalami masalah pemetaan IP. Perusahaan pemetaan IP bernama Maxmind kemudian diketahui mengalami masalah di software yang membuat pemetaan mereka keliru. Padahal, ada 5000 perusahaan yang mengambil informasi pemetaan alamat IP dari Maxmind.Akibat dari kesalahan pemetaan IP itu, keluarga Arnold membawa kasus ini kepengadilan dan menuntut Maxmind membayar ganti rugi USD 75.000 atau nyaris Rp 1 miliar.Sumber: Fusion, BBCBaca juga:
Jadi hacker jenius, anak anggota DPR Rusia gasak Rp 2,2 triliun

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/rumah-di-amerika-ini-diklaim-sebagai-neraka-digital.html

Leave a Reply