“Smartphone” Jangan Keseringan Pakai “Powerbank”

By | October 11, 2016

KOMPAS.com — Smartphone memiliki segudang “kepintaran” dibanding dengan ponsel dasar (feature phone) yang biasa hanya digunakan untuk menelepon dan SMS.

Berkat kepintaran tersebut, smartphone lebih rakus memakan daya dari baterai. Ponsel pintar paling banter hanya bertahan satu hari dan harus di-charge kembali. Berbeda dengan ponsel dasar yang cukup di-charge seminggu sekali.

Karena intensitas pemakaian dan sering di-charge, baterai smartphone bekerja lebih keras. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

Salah satu kebiasaan buruk pengguna yang harus distop agar baterai ponsel tidak cepat rusak adalah kecanduan mereka dalam memakai powerbank.

Perangkat baterai portabel (powerbank) memang sering kali menjadi penyelamat saat baterai smartphone “sekarat”. Namun, banyak pengguna yang sering kali mengisi daya lewat powerbank meski tidak sedang dalam kondisi darurat dan sebenarnya memungkinkan penggunaan charger.

Hentikan kebiasaan nge-charge smartphone seperti itu. Keseringan menggunakan powerbank bisa membuat daya tahan baterai smartphone berkurang.

Tak seperti charger via listrik, powerbank tidak sepenuhnya mengalirkan daya yang stabil dan sesuai spesifikasi smartphone, ditambah lagi dengan banyak beredarnya powerbank dengan kualitas rendah.

Kebiasaan buruk lain yang perlu distop adalah men-charge smartphone menggunakan laptop atau PC melalui kabel data. Seperti powerbank, arus listrik dari komputer tidak dirancang untuk mengisi daya smartphone sesuai standar.

Jadi, mulai sekarang, hanya gunakan powerbank dan komputer jika benar-benar dalam keadaan darurat.

Baca: Tidak Disarankan, Nge-charge Smartphone dari Laptop

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/10/10/07252037/.smartphone.jangan.keseringan.pakai.powerbank.

Leave a Reply