Startup Ini Menjual Hasil Ikan Laut Melalui Digital

By | October 10, 2016

Sebagai negara maritim potensi Indonesia tak perlu diragukan lagi. Demi memaksimalkan potensi dan mensejahterakan para nelayan, sentuhan teknologi mutlak diperlukan. Seperti halnya market place untuk jual beli ikan dan hasil laut secara online, PasarLaut.com. Startup hasil binaan Indigo Creative Nation (ICN) tahun 2015, memberikan solusi cerdas terhadap persoalan saat ini.

CEO Aruna Indonesia perusahaan yang memayungi PasarLaut.com, Farid Naufal Aslam, bercerita saat awal mula membuat startup ini. Diceritakannya, saat itu dia hanya sekadar iseng-iseng membuat platform tersebut tanpa memikirkan target dan model bisnisnya. Hasil keisengannya itu, ternyata membawanya masuk dalam ICN sekaligus mendapatkan mentoring dari praktisi berpengalaman. Alhasil, pikirannya pun terbuka bahwa platform yang ia buat dapat bermanfaat untuk orang lain.”Setelah ikut ICN, dengan banyak mentor berpengalaman di sana, kami makin mampu mengembangkan layanan. Saat ini sedang persiapan rilis versi terbaru dari pasarlaut.com. Selain tentunya, kami bisa terus memperluas jejaring seperti saat ikut pembukaan Dilo Aceh kemarin,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (10/10).Menurut Farid, proses inkubasi selain membuat pihaknya menerima suntikan modal dari ICN Rp120 juta, juga membuat dirinya mampu membuat ETTI yakni sistem pelelangan ikan secara digital. Secara garis besar, produk Aruna saat ini bahkan sudah tersedia tiga buah. Yakni Integrated Fishery Management (Sistem aplikasi terintegrasi pengelolaan bisnis perikanan),Fishery Online Trading (Data sektor perikanan real time dan handal), dan Fishery Data Intelligent (Inovasi sistem perdagangan ikan dan hasil laut secara daring).”Dari ketiganya, kami sudah punya klien ETTI dengan KUD Nelayan Mina Laksana Mukti pada 22 Agustus 2016 lalu dengan disaksikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Di bawah Mina, ada 40 koperasi nelayan, dengan tujuh di antaranya sudah terapkan sistem pelelangan digital kami,” jelasnya.Selain itu, kerjasama serupa dilakukan dengan sejumlah koperasi nelayan di Subang dan Jabar Selatan. Di luar Jawa, kerjasama dilakukan dengan koperasi nelayan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Nilai transaksinya belum muncul karena implementasi belum lama dilakukan. Selain Pangandaran, mereka juga sudah pernah bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan dalam proses negoisasi.Sementara, menurut Ery Punta Hendraswara, Managing Director ICN, pihaknya sedari awal bukan sekedar mencari usaha rintisan digital untuk kemudian sekedar dikompetisikan seperti banyak terjadi belakangan ini. Namun lebih dari itu, ada proses binaan dan akselerasi secara signifikan.”Kami ingin para startup menjadi lebih profesional. Bukan sekedar bikin, bukan ikut-ikutan, tapi model dan target bisnisnya memang terukur dan menghasilkan dalam jangka lama,” terangnya.Menurut dia, pihaknya juga melibatkan sejumlah mentor berpengalaman sehingga pengembangan produk startup terjadi secara efektif dan efisien karena diberikan langsung transfer pengetahuan secara konkret.Baca juga:
Emtek dan Girnar Sediakan US$ 25 Juta untuk Kembangkan Oto.com

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/startup-ini-menjual-hasil-ikan-laut-melalui-digital.html

Leave a Reply