Traveloka Ingin Jadi Raja Online Travel Di Asia Tenggara

By | August 26, 2016

Penyedia travel online, Traveloka, akan terus berekspansi ke pasar baru di Asia Tenggara, seperti Laos, Brunei Darussalam, dan Kamboja. Sejak 2015, Traveloka sudah hadir di pasar Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Hal tersebut disampaikan Dannis Muhamad, Chief Marketing Officer Traveloka, saat dimintai komentarnya soal riset Google dan Temasek Singapura mengenai peluang bisnis digital di Asia Tenggara yang mencapai USD 200 miliar di 2025, Kamis (25/8) sore.Riset Google-Temasek itu juga menyebutkan industri travel online di Indonesia diperkirakan menjadi pasar terbesar untuk hotel dan penerbangan di Asia Tenggara menjelang tahun 2025. Nilainya mencapai USD 24,5 miliar, naik sekitar 17 persen per tahun, dengan nilai sebesar USD 5 miliar di 2015. Dengan nilai tersebut, pasar Indonesia berkontribusi 32 persen terhadap total pasar Asia Tenggara di 2025 (naik dari 26 persen di 2015).Menurut Dannis, ekspansi ke Asia Tenggara dilakukan demi membesarkan pasar, meski saat ini pasar terbesar Traveloka masih ada di Indonesia. Seperti ekspansi ke Vietnam, dilakukan karena Vietnam adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dalam 5 tahun terakhir.”Ekspansi Traveloka ke Asia Tenggara dilakukan dengan membuka kantor perwakilan di negara-negara yang bersangkutan dan menggunakan bahasa lokal di web traveloka. Seperti di Indonesia, kami ingin menjadi nomor satu di negara-negara di Asia Tenggara,” ujar Dannis.Salah satu strategi Traveloka, fokus mengembangkan aplikasi mobile-nya supaya makin mudah digunakan bagi pengguna. Saat ini jumlah unduhan aplikasi mobile Traveloka mencapai 7 juta unduhan, sebanyak 5 juta diunduh di Indonesia.Kata dia, pertumbuhan bisnis Traveloka di empat negara di Asia Tenggara tersebut bagus. Sayang, Dannis tidak bisa menyebutkan angkanya. Yang jelas pertumbuhannya double digit.Pertumbuhan positif tersebut didorong pasar travel online di Singapura, Malaysia, dan Thailand lebih advance dibandingkan Indonesia. Sebab penetrasi internet dan kartu kredit di sana sudah tinggi, sehingga transaksi online tinggi.”Perbedaannya di Indonesia, perilaku konsumen di empat negara asia tenggara itu lebih terencana dalam membeli tiket pesawat atau hotel. Pembelian dilakukan dengan terencana baik, sedangkan Indonesia masih banyak yang tidak terencana,” ujarnya mengisahkan perbedaan perilaku konsumen di Asia Tenggara dan Indonesia.Baca juga:
Perluas pasar, Traveloka gandeng 9 maskapai asing

Sumber:

http://www.merdeka.com/teknologi/traveloka-ingin-jadi-raja-online-travel-di-asia-tenggara.html

Leave a Reply